Senin, 19 Desember 2011

Market share Diferensiasi


            Diferensiasi  adalah  sebuah  pembeda  atau  bagaimana caranya  agar  menjadi  berbeda  dengan produk atau  perusahaan lain. Salah  satu  cara  yang  dapat ditempuh  untuk  mendapatkan sebuah  diferensiasi  adalah  dengan  mengintegrasikan  konten (content), konteks (context) dan infrastruktur (infrastructure) yang kita miliki sehingga dapat menjadi sebuah nilai lebih yang dapat kita  tawarkan kepada  pelanggan.  Esensi  dari diferensiasi  adalah agar lebih dikenal sehingga menjadi identitas diri.

Forbiden City of China Emporium
            Kalau  Anda  salah  satu  orang  yang  mengaku  sebagai shopahollic atau hobi berbelanja, maka Anda sudah sangat tidak asing  dengan  fenomena  munculnya factory  outlet di  Bandung. Factory  outlet telah  menjadi  salah  satu  identitas  kota  Bandung sebagai ‘tempat beli baju bermerek (branded) dengan harga yang murah’, sehingga banyak  orang  yang  rela  merasakan  macetnya kota Bandung saat weekend hanya untuk berbelanja di salah satu factory outlet yang tersebar di kota Bandung.
            Namun beberapa  bulan  ke  belakang laju  fenomena factory outlet sempat mengalami penurunan dikarenakan oleh jenuhnya market  akan  keberadaan factory  outlet yang  menjamur  di  kota Bandung,  bahkan  sampai  ke kota-kota  lain.  Di  tengah  kelesuan yang  terjadi,  muncullah  China  Emporium  sebagai factory  outlet dengan penampilan yang berbeda. China Emporium hadir dengan content (isi), context (cara  menawarkan)  dan  infrastruktur  yang berbeda  walau  dalam  kategori  yang  sama,  yaitu factory  outlet. Customer dimanjakan  dengan  variasi  produk,  pijat  kesehatan hingga restoran Cina.
            Saat  kita  memasuki  gedung  China  Emporium  atau  juga dikenal  dengan  istilah kampung  Cina, suasana  yang  dirasakan bukanlah seperti saat kita memasuki tempat-tempat perbelanjaan yang  lain,  tetapi  seolah-olah  dibawa memasuki peradaban  Cina kuno  yang  elegan  dan  artistik.  China  Emporium  telah  dengan sukses  membuat  sebuah  diferensiasi  yang  sangat  baik.  Mereka tidak  hanya  menjual  pakaian  tetapi  juga  menjual  suasana yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Commodity Like Trap
            Apabila  kita  memiliki  produk  yang  sama  dengan  pesaing atau mulai banyak pemain yang masuk dan ikut bertarung dalam kategori  yang  kita  kuasai,  akan  menyebabkan  kita  terjebak  kedalam perangkap kesamaan produk (commodity like trap). Dalam perangkap ini, kita mau  tidak mau  harus mulai bertarung  dalam hal harga. Kita tidak lagi mempunyai posisi sebagai the price maker tetapi  akan  bergeser  menjadi the price taker. Semakin cepat  kita keluar  dari commodity  like trap dengan mencari pembeda  yang baru, secepat itu kita akan kembali menguasai pasar.
            Pusat  perbelanjaan  jeans  di  Cihampelas  Bandung,  pusat elektronik  di Glodok  Jakarta  atau  pusat pengrajin perak  di Kota Gede  Yogyakarta  menjadi  contoh  nyata  dalam  hal commodity like  trap. Masing-masing  pengusaha  telah  terjebak  dengan label  Cihampelas,  Glodok  atau  Kota  Gede  sehingga mereka sulit  untuk  keluar  dan  memposisikan  diri  sebagai perusahaan yang  independen.  Mereka  akan  hanya  dikenal  sebagai  salah satu  pengusaha  di  antara  pengusaha  yang  lain  tanpa  adanya pembeda.
            Pentingnya  diferensiasi  ini  tercermin  dari  banyaknya perusahaan  yang  mampu  menuai  sukses  dengan  konsep diferensiasi mereka yang  kuat.  Edward  Forrer  misalnya,  mampu memenangkan  pasar  dengan  program we  innovate  everyday mereka.  Salah  satu  operator selular  Indosat Multi  Media  Mobile (IM3)  juga  tidak  kenal  lelah  untuk  mendiferensiasikan  produk mereka.  Terakhir,  layanan  transfer  pulsa  yang  menjadi  inovasi mereka  dalam  upaya  memenangkan market  share di  antara operator-operator selular yang lain.

Point of View
            Untuk  memiliki  perbedaan,  ada empat  tahapan  yang harus dilakukan.  Langkah  pertama  adalah  diferensiasi  yang  dilakukan haruslah  sesuai  dan  masuk  dalam  konten  dan  konteks  yang dimiliki oleh sebuah produk dalam kategori tertentu.
            Langkah  ini  dimulai  dari apa-apa yang  telah  diketahui  oleh masyarakat tentang produk tersebut. Restoran  cepat  saji  McDonald’s  telah  memperhitungkan bahwa waktu yang Anda butuhkan dari mulai Anda keluar rumah menuju gerai McDonald terdekat, memesan makanan, menyantap makanan  kemudian  pulang  akan  lebih  cepat  dari  waktu  yang Anda butuhkan saat Anda keluar rumah, belanja ke pasar terdekat, memasak, menyantap dan mencuci piring. Tentu saja perhitungan ini  sesuai  apabila  yang  ditinjau  hanya  pada  proses  kedatangan sampai  Anda  keluar  gerai.  Diferensiasi  ini  sangat  mendukung keberadaan  konteks  McDonald’s sebagai  sebuah  restoran  cepat saji.
            Langkah  kedua  adalah  menemukan  perbedaan  itu  sendiri. Menjadi beda adalah untuk tidak sama dengan yang lain. Menjadi beda  adalah  menjadi unik. Jadi,  pada  dasarnya  Anda  mencari sesuatu yang akan membedakan Anda daripada pesaing-pesaing Anda.
            FedEx  berhasil  menjadi  unggulan  dengan  penawaran over night delivery (layanan kirim  satu  malam).  Mengantarkan  barang Anda dalam satu malam adalah diferensiasi mereka. Ketiga, berdasarkan konsep diferensiasi yang telah ditentukan, sebuah  produk  harus  dapat  membuktikannya  pada  publik. Keamanan  mengendarai  sebuah  Volvo  haruslah  benar-benar terbukti.  Konsumen  harus  dapat  merasakan  langsung  pembeda yang  ditawarkan.  Apabila  PT.  Telkom  berani  menggunakan Committed  to  you, berarti  masyarakat  harus  melihat  dan merasakan benar dedikasi Telkom  dalam semua aspek terutama yang berhubungan langsung dengan konsumen.
            Setelah beda, lalu bagaimana? Jelas perbedaan yang dimiliki haruslah  disebarluaskan.  Bagaimana  masyarakat  bisa  tahu kalau tidak diinformasikan?  Kegiatan  ini adalah  langkah  terakhir dan  yang  terpenting  dalam  pembentukan  diferensiasi.  Semua informasi  yang  dikeluarkan  harus  dengan  cermat  karena  akan menjelaskan  dan  berusaha  untuk menanamkan  persepsi  baru  dalam benak masyarakat.
            Kesalahan dalam penanaman persepsi ini akan membuyarkan konsep  diferesiasi  yang  telah  dibentuk  sebelumnya.  Hal  ini ditekankan  oleh  Jack  Trout  dalam  bukunya  yang berjudul Differentiate  or  Die.  Sebuah  perusahaan  atau  produk mempunyai  perbedaan  atau  mereka  akan  mati.  Bedakan  Anda dengan  yang  lain  dan  jagalah  perbedaan  itu  maka  Anda  akan dikenal dengan baik.

Content
            Dengan masih dirasakannya dampak dari krisis ekonomi yang melanda  bangsa  Indonesia  sekarang  ini,  mendorong  banyak konsumen  yang  dulunya  merupakan  konsumen  yang value oriented (orientasi nilai) bergeser menjadi price oriented (orientasi harga). Walaupun  masih  banyak  pula customer yang  bertahan  dengan  prinsip  mengedepankan  nilai  dari  sebuah  produk. Menyadari  adanya  pergeseran  tingkat  ini,  banyak  perusahaan mulai merubah content dari produk yang mereka tawarkan tanpa merubah atau malah dengan meningkatkan context  yang mereka  miliki.  Mereka  mencoba  untuk  mengerti need (kebutuhan)  dan  want (keinginan)  market yang  sebagian  besar  menginginkan  barang-barang  khususnya  yang  termasuk  ke  dalam  barang  kebutuhan pokok untuk menjadi lebih terjangkau karena barang-barang  yang  tergolong  ke  dalam  kebutuhan  primer,  mau  tidak mau harus tetap dibeli. Munculnya produk-produk generik seperti So Klin MB, Rexona Mini stick atau tiga roda ekonomi yang mampu tahan sampai 10 jam, seakan-akan menjadi solusi dari kebutuhan
masyarakat pada saat itu.

Point of View
            Dalam berbisnis,  langkah-langkah berani  harus  sering  dilakukan tentunya  dengan  pemikiran  yang  matang.  Kita  tidak  lagi dapat  bergerak  hanya  berdasarkan  keadaan  pasar  dan  dengan banyaknya  informasi  setiap  hari  yang  kadang  membuat  kita menjadi bingung.
            Di  saat  seperti  inilah  ketenangan,  ketajaman  intuisi  dan kedewasaan  dalam  bertindak  yang  menjadi  pembeda  antara satu pengusaha dengan pengusaha yang lain, suatu perusahaan dengan perusahaan  lain  atau suatu produk  dengan produk lain. Tanpa mampu menggunakan intuisi dan yakin akan kemampuan kita, maka  bersiaplah untuk  menulis kegagalan  kita dalam diary nanti malam.

Context
            Seiring  dengan  cepatnya  perkembangan  teknologi  dan informasi  menuntut  banyak  perusahaan  untuk  lebih  cepat  bereaksi mengikuti mood market atau bahkan dapat memprediksi apa-apa  yang  sekiranya  akan  menjadi mood  market.  Inovasi-inovasi baru  sangat  dibutuhkan oleh masyarakat sekarang. Pada bulan November dan bulan Desember tahun 2003, mood market bereaksi  terhadap  tiga  even  besar  yang  selalu  dirayakan  oleh berbagai kalangan masyarakat. Idul Fitri dengan acara mudiknya, Natal dan perayaan tahun baru.

Point of View
            What  to  offer atau  apa  yang  ditawarkan  sebagai  context menjadi hal yang paling utama pada saat sebuah produk atau jasa yang ditawarkan pertama kali. Quality Buyers (QB) World, Limma Book Store, Toko Buku Kecil (Tobucil)  dan  Rumah Buku  memiliki  content yang sama  dengan Gramedia  atau  Gunung  Agung,  yaitu  sebuah  toko  buku  tetapi memiliki context yang  sangat  berbeda  dengan  Gramedia  atau Gunung  Agung  yang berbasis sebagai  toko  buku konvensional. Berbagai  nilai  tambah  yang  ditawarkan  akan  menjadi  pilihan utama untuk para konsumen dalam memilih sebuah produk atau  jasa.

Infrastructure
            Menyusul  keluarnya  fatwa  Majelis  Ulama  Indonesia  (MUI) mengenai haramnya bunga bank, banyak bank syariah yang mulai dilirik  oleh  konsumen.  Padahal  sebelumnya  sudah  ada  bank-bank syariah yang bermunculan sejak tahun  90-an dengan Bank Muamalat sebagai pelopor.
            Bank syariah sendiri, menurut UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan  UU  No.  7  tahun  1992  tentang  Perbankan,  adalah kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan  jasa  dalam  lalu  lintas  pembayaran.  Bank  Muamalat Indonesia,  menunjukan  pentingnya  peningkatan  infrastruktur dengan mengeluarkan produk Share-e. Guna mendukung produk ini, Bank Muamalat Indonesia melakukan co-branding dengan dua perusahaan yang memiliki keunggulan yang berbeda.
            PT.  Pos  Indonesia  menjadi  mitra  yang  pertama.  Dengan jaringan PT. Pos yang meliputi daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh bank, khususnya Bank Syariah menjadi jalan untuk lebih  mendekatkan  sekaligus  memperkenalkan  Bank  Mualamat dengan  para  calon  nasabah  mereka.  Dengan  kerjasama  ini masyarakat  dapat  menabung  di  Bank  Muamalat  melalui  kantor pos terdekat.
            Mitra kedua adalah Bank Central Asia, yang terkenal dengan jaringan  ATM  yang  tersebar  hampir  di  seluruh  Indonesia  juga dijadikan  mitra  yang  akan  memudahkan  nasabah  BMI  dalam melakukan  transaksi  perbankan.  Langkah  ini,  diiringi  dengan konten dan  konteks yang  ditawarkan  dalam Share-e,  akan lebih  memantapkan  posisi  Bank  Muamalat Indonesia  sebagai  bank berbasis syariah terbaik di Indonesia.

Point of View
            Setelah  berbeda  dari  sisi content dan context,  perbedaan infrastructure yang mendukung sebuah perusahaan pun sejatinya dimiliki.  Perbedaan  dari  sisi infrastructure
bisa  dari  komponen teknologi  yang  dipakai,  alat-alat  produksi  yang  digunakan  atau dari sisi property.
-----------------------------------
gambar di ambil dari" http://4.bp.blogspot.com/_AGRD0t9yJAE/SLeeSnUYT9I/AAAAAAAAARY/_xXg3-nMt3g/s400/ras-ras+khusus.jpg

0 komentar:

Poskan Komentar