Senin, 02 Januari 2012

Etos Kerja Dalam Perspektif Islam

 Agama Islam bersifat universal tidak hanya berbicaramasalah spiritual dan ritual tapi juga menyoroti masalah sosial yg selalu dihadapi ummat manuasi. Islam senantiasa mengajarkan kepada ummatnya agar berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak dibenarkan seorang muslim berpangku tangan saja atau berdoa mengharapkan rezeki datang dari langit tanpa mengiringinya dengan usaha.

B.     Islam Mencela Pengangguran Berpangku Tangan
Banyak sekali ayat Al-Qur’an yang menyeru manusia untuk bekerja dan memanfaatkan berbagai hal yang ada di dunia, diantaranya dalam
  Q.S .Al- Jum’ah (62): 10, Artinya: “…Maka bertebaranlah kamu dimuka Bumi dan carilah karunia Allah…”
Q.S. Al-naba (78): 11,Artinya: “Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”
Q.S. Al-a’raf , ayat 10,Artinya: “Sesungguhnya kami telah menempatkan kamu sekalian dimuka bumi dan kami adakan bagimu itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur”.
Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa kaum muslim yang ingin mencapai kehendaknya harus bekerja  keras. Oleh karena itu seorang muslim selayaknya mengeluarkan segala kemampuannya untuk mencari rezeki dengan sekuat tenaga, karena telah menjadi sunnatullah di dunia ini bahwa kemakmuran akan dicapai oleh mereka yang bekerja keras dan memanfaatkan segala potensinya untuk untuk mencpai keinginannya. Akan tetapi rezeki yang diusahakan haruslah halal tidak mengutamakan penghasilan yang banyak semata, pekerjaan apapun tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan syari’at Islam.
C.     Larangan Meminta-Minta
Hakim Bin hazim berkata,  Nabi SAW bersabda, “tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan dahulukanlah keluargamu (orang-orang yang wajib kamu beri belanja) dan sebaik-baiknya sedekah itu dari kekayaan (yang berkelebihan). Dan siapa yang menjaga kehormatan  diri (tidak meminta-minta), maka Allah akan mencukupinya.  Demikian pula siapa yang beriman merasa sudah cukup, maka Allah akan membantu memberinya kekayaan”.
Allah SWT berfirman di dalam Q.S. Hud: 6, yang Artinya: “Dan tidak ada  satu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allalah yang memberinya rezeki, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu danj tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)
Dengan demikian , seorang peminta-minta yang sebenarnya mampu mencari  kasab dengan tangannya, selain telah merendahkan dirinya, iapun secara  tidak lansung telah merendahkan ajaran agamanya yang melarang perbuatan tersebut. Bahkan ia telah dikategorikan sebagai kufur nikmat karena tidak menggunakan tangan dan anggota badannya untuk berusaha dan mencari rezeki .
-----------------------------------------------
gambar: etos kerja

0 komentar:

Poskan Komentar