Minggu, 22 Januari 2012

Marketing Muhammad

Segmentasi adalah cara membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan pada akhirnya ke variabel terkecil, yaitu individu. Segmentasi secara berkesinambungan menjadi hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk dapat terus memenuhi
kebutuhan (need) dan keinginan (want) pasar yang selalu berubah-ubah. Kesalahan pemilihan tempat untuk meluncurkan suatu produk atau untuk membuka usaha seringkali menjadi kendala perusahaan dalam meraih sebuah kesuksesan yang diinginkan.
Dalam hal ini, bukan berarti produk atau usahanya yang kurang baik, tetapi analisis segmentasi pasarlah yang harus dievaluasi kembali. Sekarang ini kita tidak bisa lagi mengambil resiko mengeluarkan produk secara bebas dengan tanpa melakukan segmentasi pasar. Pada zaman dahulu, para pedagang melakukan segmentasi secara sederhana, yaitu dengan menjual dagangannya kedaerah terdekat atau ke daerah lain yang sekiranya tidak dapat memproduksi barang yang mereka dagangkan. Lebih jauh lagi, para pedagang melihat potensi daerah yang akan dikunjungi. Seperti halnya para pedagang Indonesia yang menjual rempah-rempah ke daerah yang tidak dapat memberikan hasil bumi. Atau para pedagang dari negeri Cina yang menjual keramik pada daerah-daerah yang tidak mempunyai keterampilan dalam membuat keramik.
Pembagian pasar berdasarkan faktor geografis seperti di atas meliputi wilayah, kota, provinsi atau negara. Terlebih lagi dengan adanya otonomi daerah yang telah diberlakukan di Indonesia akan menjadi dasar dalam proses segmentasi. Sedangkan pembagian secara demografi, dilihat berdasarkan jenis kelamin (gender), usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan agama. Dua hal tersebut dikelompokkan dalam static-atribut segmentation. Karena pada dasarnya hal tersebut di atas bersifat statis dan cenderung tidak berubah. Dari segi psikologis, yang harus diperhatikan adalah kebiasaan, gaya hidup, dan personality (karakter). Berlawanan hal yang dijelaskan sebelumnya, faktor psikologi ini adalah faktor yang dinamis dan selalu berubah. Kadang orang sulit untuk menduga apa yang akan menjadi definisi dari gaya hidup di suatu daerah tertentu. Dengan sifatnya yang selalu berubah, segmentasi ini dikenal sebagai dynamic-atribute segmentation.

2. Muhammad dalam Melakukan Segmentasi
Sebelum memulai usaha perdagangannya, Muhammad telah melakukan beberapa perlawatan ke Bahrain di bagian timur Semenanjung Arabia. Ini ditegaskan oleh sebuah hadits dalam Musnad Ahmad. Ketika ratusan utusan datang pada Muhammad setelah kemenangan kota Makkah, seorang di antaranya yang bernama Abdul Qais datang menemui Muhammad. Selanjutnya, Muhammad meminta agar mereka memanggil dan memberitahukan pemimpin mereka, yaitu al-Ashajj.
Ketika menghadap, Muhammad pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan tentang penduduk berbagai kota dan urusan-urusan mereka. Secara khusus, Muhammad juga menyebutkan nama-nama Sofa, Mushaqqar, Hijar, dan beberapa kota lainnya. Pemimpin mereka, al-Ashajj, sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Muhammad tentang negerinya, sehingga ia mengatakan, “Ayah dan ibuku akan berkorban demi Anda karena Anda tahu banyak tentang negeriku dibanding aku sendiri dan mengetahui nama-nama lebih banyak kota di negeri kami daripada yang kami ketahui”. Muhammad berkata, “Saya memiliki banyak kesempatan untuk melakukan perjalanan di negeri Anda dan di sana saya menemukan keramahtamahan yang sangat besar terhadap saya.” Menurut geografi Arab kuno, ketiga kota ini (Sofa, Mushaqqar, dan Hijar) berada di Bahrain.
Note: Buat teman2 yg mau file lengkapnya silahkan dowload di sini...Marketing Muhammad
atau lasung di link ini: 
http://www.ziddu.com/download/18345025/muhammadmarketing.rar.html
-----------------------------------
Manajemen dalam: Marketing Muhammad

0 komentar:

Poskan Komentar