Minggu, 01 Januari 2012

Trik Menyusun Proposal

Dalam dunia Usaha maupun Pendidikan dewasa ini banyak sekali kegiatan yang akan dilaksankan harus melalui prosedur, prosedur-prosedur itu diantaranya adalah proposal. Berikut ini merupakan Definisi dari proposal serta sistematika pembuatan propsal

Pendahuluan
Pada dasarnya suatu tulisan adalah media komunikasi yang dapat berfungsi dokumentatif, informative, dan lain sebagainnya. Agar berfungsi efektif dan efisien perlu adanya suatu teknik penyajian yang membantu tercapainnya tujuan fungsional tersebut.
Arti dan Fungsi Proposal
Proposal dalam bahasa Indonesia berasal dari kata:
Propos: mengsusulkan
Secara umum berarti: Suatu konsep pemikiran dalam bentuk tulisan tentang sesuatu proyek kegiatan yang akan dilaksanakan.
Konsep pemikiran harus memberikan informasi yang jelas dari mulai awal mengenai latar belakang dan tujuan diadakannya kegiatan tersebut. Sarana dan prasarana yang mendukung data-data teknis operasional yang akan dilaksanakan ini semua harus tersusun dalam bahasa yang bai dan teknis penyusunan yang efektif.
Jadi fungsi proposal adalah memberiakn informasi yang sejelas-jelasnya kepada orang atau lembaga atau instansi yang terlibat atau mempunyai relevansi yang kuat dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Sistematika Penyusunan
System adalah suatu proses secara keseluruhan agar unsure atau komponen yang secara struktur dan fungsional satu sama lain berkaitan dengan peranan dan kedudukannya masing-masing.
Tidak berfungsinya atau terganggunya salah satu komponen dapat mengakibatkan terganggunya proses secara keseluruhan. Hal ini berlaku bagi suatu sajian tulisan bagi suatu karangan ilmiah, usulan proyek, dan sebagainnya. Masing-masing mepunyai tujuan yang berbeda karangan tersebut adalah struktur yang rata berbagai komponen berdasarkan peranan dan fungsinya.
Tidak terlepasnya dari urutan logika dalam mengemukakan materi sesuai dengan relevansinya sehingga merupakan serentetan sajian yang menarik dan mudah dicerna. Demikian pula tekanan kata, susunan kalimat dan urutan kalimat serta kaitan fungsional yang mendukung efektivitas dan efisiensi.
Beberapa pihak berpendapat bahwa teknis penyajian adalah persoalan selera sehingga wajar bila dilakukan dengan berbagai cara dan gaya.
Menyusun Kerangka dan Sistematika
Suatu proposal terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut, beserta dungsi dari masing-masing komponen.
BAB I Dasar Pemikiran
Merupakan bagian pembukaan proposal yang berisikan pengurain dari latar belakang atau alasan diadakannya suatu kegiatan ditinjau dari berbagai segi, juga diuraikan proses interaksi sebab akibat dari tinjauan secara umum dari kegiatan tersebut. Dasar pemikiran ini juga disebut pula Pendahuluan atau Latar Belakang.
BAB II Dasar Pelaksanaan
Menggambarkan secara yudiris formal atau dasar hukum dari kegiatan tersebut. Diuraikan secara tegas point per point, dengan urutan paling atas adalah dasar hukum yang bersifat umum seperti, UUD 1945 dan pancasila, setelah itu makin kebawah makin khusus, misalkan program kerja OSIS atau program kerja Paskibra Kota Bandung
BAB III Maksud dan Tujuan
Menguraikan secara singkat dan tegas point demi point dari maksud dan tujuan kegiatan tersebut. Biasanya berbentuk abstrak dengan point yang urutannya makin kebawah makin menyempit.
Maksud dan tujuan ini dapat kita pisahkan, dapat pula digabungkan, tetapi lazimnya suatu proposal memisahkan point dari tujuan ini, karena maksud dan tujuan penggertiannya berbeda.
BAB IV Tema Kegiatan
Merupakan pencerminan dari seluruh aktivitas yang akan dilakukan. Tema kegiatan ini lazimnya ditulis dengan huruf kapital dan diatara tanda kutip (“).
BAB V Sasaran Kegiatan
Fungsi dari sasaran ini adalah sebagai langkah lanjut dari suatu tujuan, untuk suatu wawasan pemikiran dan harapan/ cita-cita yang lebih luas atau biasanya lebih kongkrit. Sasaran ini merupakan target yang ingin dicapai dari kegiatan.
BAB VI Struktur Kerorganisasian/ Kepanitiaan
Adalah komponen yang bertanggung jawab terhadap persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi kegiatan. Struktur ini dapat dikembangkan dengan urutan biasa atau secara organigram. Komponen yang tertera didalamnya adalah komponen yang diperlukan dalam kegiatan.
BAB VII Peserta
Adalah komponen lain yang terlibat, yang dilengkapi dengan persyaratan-persyaratan peserta, baik teknis maupun administratif.
BAB VIII Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adalah informasi mengenai dimana lokasi pendaftaran, waktu, berapa lama, dimana lokasi pendaftaran, waktu berapa lama, dimana lokasi kegiatan akan berlangsung.
BAB IX Perencanaan Biaya
Perencanaan keuangan untuk biaya operasional secara lengkap dengan sumber-sumber pemasukan dan pengeluaran.
BAB X Paln Of Operation
Disebut pula rencana kerja. Untuk sebagian kegiatan yang agak besar diperlukan suatu plan of operation, yaitu tahapan perencanaan kerja mulai dari persiapan sampai dengan pelaksaan kegiatan dengan waktunya dan kerangka dasar yang sama menurut sistematika yang dianut dan dianggap efektif. Kerangka tersebut adalah struktur yang merata berbagai komponen berdasarkan peranan dan fungsinya.
BAB XI Penutup
Berisi harapan dan doa akan terlaksananya kegiatan yang diusulkan. Juga berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang kan terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.
BAB XII Lampiran
Digunakan sebagai informasi tambahan yang tidak dimasukan kedalam kerangka. Lampiran ini cukup penting karena lampiran ini merupakan pendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Untuk lebih lengkapnya teman2 bisa download lansung di sini beberapa Contoh Proposal
--------------------------------------------
Trik Menyusun Proposal

0 komentar:

Poskan Komentar