Sabtu, 28 Januari 2012

Manajemen kredit pada dunia perbankan

Manajemen Keuangan

Salah satu tugas bank adalah menyalurkan kredit kepada masyarakat. Peranan ini akan menjadi sangat penting Karena kebanyakan keuntungan dari Bank diambil dari penyaluran kredit yaitu bunga dari para peminjam.

Dalam pemberian pinjaman Bank mesti hati-hati jangan sampai terjadi kredit macet. Bener nggak? Soalnya kalo kredit macet sampe terjadi bias-bisa bank kesuliatan likuiditas sehingga bank bisa dilikuidasi
Intinya bank memberikan kredit dengan poin-poin di bawah ini:
1. Aman. Ini berarti kredit emang kudu berarti bener-bener aman alias uang yang dikreditkan bisa balik lagi atau bisa dilunasi plus dengan bunga yang telah dijanjikan sebelumnya.
2. Tujuan penggunaan kredit terarah. Ini berarti untuk setiap pemberian kredit jadi bank kudu tahu dulu penggunaan kreditnya buat apa. Sebelum melangkah ke sini kita bahas dahulu penggolongan kredit:
- kredit berdasarkan jangka waktunya
a. jangka panjang
b. jangka pendek
c. jangka menengah

- kredit berdasarkan jaminannya
a. kredit dengan jaminan
b. kredit tanpa jaminan. Umumnya bank jarang ngeluarin produk kayak gini soalnya agak bertentangan dg konsep “aman” tadi. Tapi belakangan ini pemerintah mengeluarkan bantuan kredit kepada para wirausaha kecil melalui program PNPM mandiri atau pun KUR yang katanya selain tanpa jaminan ditambah tanpa bunga pula
- kredit berdasarkan jenis usaha. Ini seperti kredit untuk usaha otomotif, usaha bengkel, usaha tekstil dll
- kredit berdasarkan tujuan.
a. Kredit konsumtif. Ini berarti kredit yang digunakan untuk konsumsi akhir. Ini kayak fungsi kartu kredit kan fungsinya buat belanja-belanja
b. Kredit produktif. Ini biasanya digunakan buat para usahawan buat manambah modal kerja dan investasinya yanhg diharapkan membantu kelancaran dan kemajuan usahanya.
Untuk itu disini bisa melihat tingkat resiko pengembalian yang dikehendaki. Kredit berdasarkan tujuan bisa berarti apakan tujuannya untuk kredit atau produktif.
3. Menguntungkan. Ini selalu menjadi acuan utama. Rasanya pada setiap bank sulit rasanya memberikan kredit tanpa memberikan hasil keuntungan pada bank itu sendiri.
Banyak sekali pendapat para ahli mengenai penentuan nilai kredit. Namun di sini hanya coba memaparkan singkat saja.

0 komentar:

Poskan Komentar